Minggu, 03 Oktober 2010

Omah Sinau 3 Oktober 2010

hari pertama kegiatan belajar mengajar di Omah Sinau setelah libur Puasa dan Lebaran.

hari ini di OSIN kita belajar simple present tense dan membuat boneka tangan :)





Kamis, 16 September 2010

Video Profil Omah Sinau



Omah Sinau atau OSIN adalah sebuah organisasi nirlaba dengan orientasi sosial yang menaruh perhatian terhadap pendidikan terutama pada pendidikan dasar.

Osin mempunyai konsep sebagai taman pendidikan untuk sebisa mungkin mengembangkan bakat / potensi yang dimiliki oleh setiap anak. Untuk sementara ini OSIN masih berbentuk taman bacaan namun seiring berjalannya waktu, kami akan mencakup bidang pendidikan lain baik itu eksata, sosial, bahasa, ataupun seni.

Mars Omah Sinau (OSIN)

We are OSIN kids
We want to be best
We want to be top
And we want to make friendship

We coming here to get the knowledge
OSIN kids are always the best

belajar mendaur ulang kertas dan sedikit selebrasi kecil-kecilan melepas kepergian kak Puput ke Jerman.

OSIN-an minggu ini (25 April 2010) dimulai lebih pagi dari biasanya, jam 8.30 pagi, dikomandoi oleh Kak Yanti, anak-anak sudah sibuk mempersiapkan kejutan kecil untuk kak Puput.



Sekitar jam 10.30 barulah OSIN memulai kegiatan belajar-mengajar seperti biasanya. Kak Febry dan Kak Vindri mengambil alih komando, mengajarkan materi bahasa Inggris sampai jam 12.


PROFIL OMAH SINAU (OSIN)

A.  LATAR BELAKANG

Setiap negara yang merdeka, dan ingin mempertahankan keberadaannya serta mau mengisi kemerdekaannya, pasti memiliki suatu landasan filosofi sebagai garis penuntun. Dengan begitu negara itu tidak menjadi rapuh atau tidak mudah goyah oleh berbagai macam pengaruh dan tekanan dari luar, dan tidak mudah goncang oleh kekuatan-kekuatan sosial dari dalam yang berusaha merongrongnya.

Landasan filosofis ini memberikan pedoman arah yang jelas akan kemana negara tadi dibawa, dan akan dibuat menjadi apa bangsa yang hidup di dalam wilayah tersebut. Pedoman filosofis ini kemudian menjadi pedoman bernegara dan pandangan hidup rakyatnya. Pandangan hidup ini mencerminkan tingkat peradaban, keluhuran budi, kebesaran jiwa, dan kepribadian bangsa, yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa. Untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dijadikan filsafat negara adalah Pancasila

Perumusan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan, pendidikan merupakan upaya negara untuk mencerdaskan bangsa, yang akan membawa pada taraf kesejahteraan dan kemajuan. Asosiasi dengan perumusan tersebut, Pancasila menjiwai ide, niat, prakarsa, serta perbuatan mendidik, dan juga pengadaan lembaga-lembaga pendidikan. Adapun tujuan dari pendidikan berdasarkan pada Pancasila, yang kemudian tercantum dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1989 Bab II Pasal 4, yang berbunyi sebagai berikut:

      “Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab terhadap kemasyarakatan dan kebangsaan.”

Bagi bangsa Indonesia, sekolah merupakan salah satu barang mewah, tetapi di satu sisi ia merupakan suatu faktor pendorong pembangunan; sebab dasar pembangunan yang strategis adalah pendidikan di sekolah, oleh karena itu hendaknya ditujukan untuk semua lapisan masyarakat, bukan beberapa golongan tertentu saja.

Sekolah dan pendidikan diadakan bagi semua anak dan warga masyarakat sebagai hak yang insani, untuk mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang dewasa, mampu mandiri, mengenali identitas sendiri, mempunyai kreatifitas yang tinggi, serta mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang tinggi terhadap diri dan lingkungannya.