A. LATAR BELAKANG
Setiap negara yang merdeka, dan ingin mempertahankan keberadaannya serta mau mengisi kemerdekaannya, pasti memiliki suatu landasan filosofi sebagai garis penuntun. Dengan begitu negara itu tidak menjadi rapuh atau tidak mudah goyah oleh berbagai macam pengaruh dan tekanan dari luar, dan tidak mudah goncang oleh kekuatan-kekuatan sosial dari dalam yang berusaha merongrongnya.
Landasan filosofis ini memberikan pedoman arah yang jelas akan kemana negara tadi dibawa, dan akan dibuat menjadi apa bangsa yang hidup di dalam wilayah tersebut. Pedoman filosofis ini kemudian menjadi pedoman bernegara dan pandangan hidup rakyatnya. Pandangan hidup ini mencerminkan tingkat peradaban, keluhuran budi, kebesaran jiwa, dan kepribadian bangsa, yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa. Untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dijadikan filsafat negara adalah Pancasila
Perumusan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan, pendidikan merupakan upaya negara untuk mencerdaskan bangsa, yang akan membawa pada taraf kesejahteraan dan kemajuan. Asosiasi dengan perumusan tersebut, Pancasila menjiwai ide, niat, prakarsa, serta perbuatan mendidik, dan juga pengadaan lembaga-lembaga pendidikan. Adapun tujuan dari pendidikan berdasarkan pada Pancasila, yang kemudian tercantum dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1989 Bab II Pasal 4, yang berbunyi sebagai berikut:
“Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab terhadap kemasyarakatan dan kebangsaan.”
Bagi bangsa Indonesia, sekolah merupakan salah satu barang mewah, tetapi di satu sisi ia merupakan suatu faktor pendorong pembangunan; sebab dasar pembangunan yang strategis adalah pendidikan di sekolah, oleh karena itu hendaknya ditujukan untuk semua lapisan masyarakat, bukan beberapa golongan tertentu saja.
Sekolah dan pendidikan diadakan bagi semua anak dan warga masyarakat sebagai hak yang insani, untuk mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang dewasa, mampu mandiri, mengenali identitas sendiri, mempunyai kreatifitas yang tinggi, serta mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang tinggi terhadap diri dan lingkungannya.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Sekolah dan pendidikan merupakan dua hal yang berbeda, karena pendidikan bisa didapat di mana saja, termasuk lingkungan sekitar. Adapun pendidikan dasar merupakan hal yang sangat penting didalam kehidupan manusia dimana dalam pendidikan dasar mereka akan belajar mengerti untuk saling menghargai, memahami, dan juga bertoleransi, karena pendidikan dasar merupakan interaksi yang pertama dengan setiap individu (selain keluarga).
Monotonnya kegiatan belajar-mengajar di sekolah membuat kami tergerak untuk menciptakan suatu wadah bagi anak-anak usia Sekolah Dasar (6 s.d. 12 tahun) untuk belajar, berekspresi dan berapresiasi terhadap bidang kaji masing-masing dengan sebebas mungkin karena kami sangat menyadari bahwa setiap anak mempunyai bakat dan potensinya sendiri. Kami juga menyadari bahwa memberikan apresiasi hanya dalam bentuk nilai (angka) merupakan pengkerdilan dan hanya meningkatkan semangat bersaing tak berdasar, tanpa empati, dan tujuan konkret.
Omah Sinau atau OSIN adalah sebuah organisasi nirlaba dengan orientasi sosial yang menaruh perhatian terhadap pendidikan terutama pada pendidikan dasar. Osin mempunyai konsep sebagai taman pendidikan untuk sebisa mungkin mengembangkan bakat / potensi yang dimiliki oleh setiap anak. Untuk sementara ini OSIN masih berbentuk taman bacaan namun seiring berjalannya waktu, kami akan mencakup bidang pendidikan lain baik itu eksata, sosial, bahasa, ataupun seni.
Adapun latar belakang terbentuknya OSIN adalah:
- Karena keprihatinan kami melihat rendahnya minat baca anak-anak Indonesia.
- Kegiatan belajar-mengajar di sekolah yang sangat monoton, cenderung membosankan, sehingga memicu keinginan untuk bersekolah menjadi berkurang.
- Keinginan dari kami untuk berbuat sesuatu untuk kemajuan pendidikan pada umumnya, dan pendidikan dasar pada khususnya.
Kemudian, sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:
- Meningkatkan minat baca.
- Mengasah kreativitas dalam berkesenian dan berbudaya.
- Meningkatkan kepekaan sosial sehingga membentuk pribadi yang disiplin.
- Memberikan alternatif kegiatan belajar yang menyenangkan.
- Menemukan bakat terpendam dalam diri tiap anak.
C. PESERTA
Peserta OSIN dibagi menjadi 2 (dua):
- Relawan.
Adalah siapa saja yang memiliki visi dan misi yang sama dengan OSIN dan bersedia meluangkan waktu serta tenaga untuk keberlangsungan OSIN.
Adapun profil relawan adalah sbb:
a. Febry Indah Sari (Febry)
Febry adalah mahasiswi jurusan Sastra Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tingkat akhir dan sedang menyelesaikan skripsinya. Memiliki pengalaman mengajar di beberapa lembaga pendidikan non-formal dan saat ini menjadi staf pengajar di sebuah Taman Kanak-kanak.
b. Herry Mulyamin (Herry)
Herry adalah mahasiswa jurusan Penyiaran (Broadcasting) Universitas Mercu Buana tingkat akhir, dan sedang menyelesaikan skripsinya. Mempunyai pengalaman sebagai Script Writer di Cinevisi dan saat ini aktif menjadi Guru Broadcast di Digital Lab Cinema. Herry menaruh minat yang besar kepada dunia fotografi.
Idham adalah alumnus program D3 Universitas Indonesia jurusan Sastra Inggris. Saat ini Idham bekerja sebagai penterjemah dan sekaligus sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Nasional. Ia juga sedang mengembangkan hobinya di bidang musik.
d. Iswantoro Wirawan (Ico)
Ico adalah alumnus Universitas Persada Indonesia (UPI) YAI jurusan Psikologi. Ico pernah bekerja paruh waktu untuk acara penghargaan musik dan sekarang sedang giat mengembangkan hobinya dalam bidang musik.
e. Nanda Kamilina Ghani (Nando)
Nando adalah alumnus dari PGTK Tadika Puri. Saat ini Nando menjadi staf pengajar di DOLANAN Playgroup & kindergarten serta sedang giat mengembangkan hobinya dalam bidang musik bersama Ico.
Puput adalah alumnus Universitas Padjadjaran jurusan Hubungan Internasional yang saat ini belum bekerja secara formal. Puput menaruh minat yang besar terhadap bidang pendidikan, anak, dan juga kesenian.
Ratna adalah alumnus STIE Trisakti jurusan Akuntansi dan saat ini menjadi karyawan pada sebuah perusahaan swasta sejak tahun 2005. Ratna juga menaruh minat yang besar terhadap bidang pendidikan, anak, dan juga kesenian.
h. Sonny Wicaksono (Sonny)
Sonny adalah alumnus Universitas Gunadarma jurusan Sastra Inggris yang sampai saat ini belum bekerja secara formal. Menaruh minat yang bersar di bidang kesenian terutama di bidang musik.
Sonny adalah alumnus Universitas Gunadarma jurusan Sastra Inggris yang sampai saat ini belum bekerja secara formal. Menaruh minat yang bersar di bidang kesenian terutama di bidang musik.
i. Vindria Mala Satina (Vindri)
Vindri adalah alumnus Universitas Negeri Jakarta jurusan Ekonomi dan sekarang bekerja sebagai staf pengajar pada suatu lembaga pendidikan non-formal, PT. Maestro Indonesia. Vindria mengajar Bahasa Inggris, Ekonomi dan Akuntansi untuk tingkat SD sampai SMA.
Yanti adalah mahasiswi Universitas Muhamadiyah Jakarta jurusan Ilmu Hukum dan sekarang bekerja sebagai staf pada Pusat Hukum dan Hubungan Masyarakat, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.
- Peserta Didik
Adalah anak-anak usia Sekolah Dasar yang berada di lingkungan OSIN (Kedaung-Ciputat).
D. KONSEP
- Anak-anak dikumpulkan untuk diberikan pelajaran umum.
contoh: lagu, atau hitungan dengan lagu, dsb
- Belajar bebas
Anak-anak dibebaskan memilih kegiatan belajar yang mereka sukai, antara lain:
- Membaca
- Mendengarkan dongeng
- Mewarnai
- Pertunjukan Wayang
- Pemutaran video (alam, hewan, budaya)
- Mengarang
- Belajar mengaji
E. SUMBER PENDANAAN
Sampai saat ini pendanaan untuk kegiatan OSIN masih didapatkan dari hasil menyisihkan uang para relawannya, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada yang bersedia menjadi donator tetap maupun tidak tetap.
F. PENUTUP
Pasal 28 C ayat (1) UUD 1945:
“Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.”
Dengan berpedoman penuh dan merujuk pada pasal di atas, OSIN diharapkan secara maksimal mampu mengembangkan bakat dan potensi anak sejak dini, dalam rangka turut memberikan bekal kepada mereka dalam proses atau tahapan hidup selanjutnya ketika dewasa kelak, mampu berguna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya, dan juga lingkungan sosial pada khususnya, yang mana sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Jakarta, Februari 2010
Tim Relawan Omah Sinau (OSIN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar